Sabtu, 29 September 2012

Tips Menulis Daftar Riwayat Hidup - Curriculum Vitae (CV)

2 komentar
daftar riwayat hidup
Tips Menulis Daftar Riwayat Hidup (CV) - Dafrta riwayat hidup atau lebih sering kita dengan dengan sebutan Curriculum Vitae (CV) merupakan dokumen wajib yang harus kita lampirkan saat melamar kerja. Hal ini dimaksudkan agar calon majikan Anda mengenal Anda lebih jauh mengenai data pribadi Anda sesuai kebutuhan atau tawaran posisi pekerjaan yang disampaikan. Namun tidak hanya itu, daftar riwayat hidup merupakan hal tersirat sebagai daya jual kita. Artinya dengan melampirkan atau menyertakan skill, kemampuan, pengalaman kerja, prestasi yang pernah kita geluti selama bekerja diperusahaan lain di dalam CV, maka majikan Anda dapat mengukur atau menilai berapa Anda harus dibayar dengan tidak mengesampingkan bukti nyata ketika Anda sudah menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

Banyak calon pekerja atau job seeker (orang yang mencari kerja) terlalu ceroboh atau menganggap sepele dengan CV yang dilampirkannya. Apakah itu CV yang sudah expired (kadaluarsa) atau menyajikan informasi dalam daftar riwayat hidup yang tidak memiliki kaitannya dengan pekerjaan yang dilamarnya. Sehingga tidak jarang berkas Anda di tolak oleh sang majikan, karena daftar riwayat hidup Anda dinilai tidak profesional. Untuk itu saya ingin sekali share kepada Anda, mengenai tips menulis daftar riwayat hidup dan hal-hal apa saja yang tidak perlu Anda lampirkan dam CV Anda.

Daftar Riwayat Hidup


Berikut adalah beberapa hal yang tidak perlu Anda lampirkan dalam daftar riwayat hidup (CV) Anda

1. Objektif atau tujuan

Memang ada masanya ketika para pencari kerja merasa perlu menuliskan tujuan atau bayangan pekerjaan mereka. Ini memang bagus bagi para pencari kerja, tapi membuang-buang waktu perusahaan. Kenapa? Soalnya mereka justru sedang mencari seseorang yang bisa memenuhi kriteria mereka (bukan sebaliknya). Anda boleh-boleh saja menuliskan objektif, tapi cukup save di komputer.

2. Informasi pribadi

Tidak ada perlunya mencantumkan status pernikahan, selera seksual, jumlah anak, agama, atau afiliasi politik dalam CV. Jika kamu punya blog, bolehlah masukkan URL bila memang ada hubungannya dengan pekerjaan. Jangan masukkan nomor SIM bila CV Anda ditolak, informasi pribadi Anda bisa disalahgunakan oleh orang tak bertanggungjawab.

3. Gaji yang diinginkan

Diskusi gaji lebih baik dilakukan seiring proses rekrutmen. Jika Anda memang diminta menuliskan rentang gaji yang diinginkan, tuliskan rentangnya selebar mungkin dan bersiap-siaplah untuk negosiasi.

4. Pengalaman/kegiatan yang tak berhubungan

Tiada tempat bagi pengalaman kerja Anda yang tidak berhubungan, keanggotaan klub, atau hobi Anda dalam CV.

5. Kelemahan

Dalam wawancara kerja, sering kali kita ditanya apa kelemahan kita. Tapi itu bukan berarti kita boleh lebih dahulu memberi tahu pihak perusahaan. Fokuslah pada kelebihan Anda.

Rekomendasi artikel lainnya:

  1. Tips Lulus dan Contoh Soal Psikotes 
  2. Contoh Soal Psikotes Bagian 1 
  3. Contoh Soal Psikotes Bagian 2 
  4. Tips dan Contoh Surat Lamaran Kerja 
  5. Tips Melamar Kerja Secara Online 
  6. Proses Seleksi ODP Bank Mandiri 
  7. Tips Melamar Kerja di Pertamina 
  8. Tips Lulus Tes Kesehatan-Medical Check Up 
  9. Cara Menjawab Pertanyaan Mengenai Gaji Saat Wawancara Kerja 
  10. 7 Tips Sukses Jadi Anak Baru di Kantor

Selanjutnya, ingatlah lima hal penting berikut ini ketika menulis CV:

1. Jangan menggunakan CV yang sama untuk semua lamaran kerja.

Jauh lebih baik bila Anda “menjahit” sedikit CV yang dikirim untuk tiap lamaran, sebab jenis pekerjaan yang berbeda membutuhkan keahlian yang berbeda pula.

2. Jangan lupa surat lamaran kerja.

Inilah tempat Anda berkesempatan “menjual diri” menunjukkan keahlian Anda serta menjelaskan CV Anda bila ada yang janggal. Ini juga bisa jadi tempat yang tepat untuk Anda menunjukkan pengetahuan Anda mengenai industri dan perusahaan yang dituju.

3. Jangan sekadar mencantumkan posisi pekerjaan terdahulu.

Tapi berikan penjelasan sedikit kepada calon bos mengenai keahlian apa saja yang telah Anda dapatkan dan kaitannya dengan pekerjaan yang sedang Anda incar. Jangan lupa juga cantumkan prestasi yang diraih.

4. Jangan sampai ada salah ketik.

Apalagi bila Anda salah mengetik sapaan yang harusnya “Bapak” menjadi “Ibu”. Sehebat apa pun Anda, besar kemungkinan CV Anda akan berakhir di Recycle Bin.

5. Jangan membual.

Jika CV Anda lulus persaingan dan itu memang tujuannya, bukan? bos yang baik akan memeriksa semua keabsahan fakta. Mengecek fakta lewat Internet tidaklah sulit. Dia pun bisa bertanya ke mantan bos Anda. Jadi jika ada yang janggal di CV Anda, jelaskanlah di surat lamaran atau jelaskan langsung saat wawancara.

Demikainlah Tips Menulis Daftar Riwayat Hidup yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat. Sebelum Anda beranjak dari halaman ini, saya sangat senang sekali jika Anda bersedia meluangkan sedikit waktu untuk men-share artikel ini dan memberikan G +1 agar artikel ini juga dapat dibaca oleh sahabat atau orang terdekat Anda dan job seeker lainnya.

Rabu, 26 September 2012

Cara Menjawab Pertanyaan Mengenai Gaji Saat Wawancara Kerja

1 komentar
menjawab pertanyaan mengenai gaji
Menjawab Pertanyaan Mengenai Gaji Saat Wawancara Kerja memang dapat di bilang gampang-gampang susah. Untuk itu banyak para calon pegawai di sebuah perusahaan menyiapkan jawaban yang sering di tanyakan saat wawancara kerja atau interview mengenai berapa gaji yang diinginkan. Pertanyaan mengenai gaji saat wawancara sudah lazim dan memang sering ditanyakan oleh interviewer (si pewawancara). Saya juga pernah di tanyakan demikian saat wawancara kerja, kira-kira pertanyaannya "Berapa gaji yang kamu inginginkan?" kemudian saya menjawab dengan lugu dan polos dan dengan muka sedikit kecut (kebingunagan) "saya percaya perusahaan telah mengatur mengenai gaji karyawan berdasarkan fungsi, tugas serta tanggung jawab. Untuk itu saya serahkan kepada perusahaan". Yang menjadi permasalahannya adalah apakah jawaban saya itu sudah tepat atau kurang tepat?. Untuk itu saya ingin share kepada sahabat Super-Bee mengenai ini.

Saya menemukan artikel yang bagus mengenai bagaimana cara menjawab pertanyaan tentang berapa gaji yang anda inginkan saat wawancara kerja atau interview, artikel ini saya baca dari yahoo.com. Saya rasa ini sangat berguna bagi Anda untuk mempersiapkan jawaban yang tepat atas pertanyaan tersebut. Artikelnya dapat anda baca dibawah ini. Namun sebelum membacanya ada juga artikel bagus yang harus anda baca mengenai proses dalam perekrutan tenaga kerja baru, diantaranaya:

  1. Tips Lulus dan Contoh Soal Psikotes 
  2. Contoh Soal Psikotes Bagian 1 
  3. Contoh Soal Psikotes Bagian 2 
  4. Lulus Tes Potensi Akademik/TPA 
  5. Proses Seleksi ODP Bank Mandiri 
  6. Tips Melamar Kerja di Pertamina
  7. Tips dan Contoh Surat Lamaran Kerja
  8. Tips Menghadapi Wawancara Kerja-Interview
  9. Tips Menulis Daftar Riwayat Hidup 

 Menjawab Pertanyaan Mengenai Gaji Saat Wawancara Kerja


Ketika melamar kerja, kandidat karyawan akan menghadapi sesi wawancara. Ini bagian yang sangat menentukan, apakah bisa diterima atau tidak setelah mengetahui standar kualifikasinya. Negosiasi gaji ada pada sesi ini. Apa yang mesti dilakukan? “Dalam proses wawancara, perusahaan akan mencari orang paling tepat atau paling mendekati sesuai ‘kebutuhan’ perusahaan. Seseorang diterima atau tidak bukan karena bodoh atau tidak bodoh, mampu atau tidak mampu. Paling utama adalah kandidat tersebut tepat atau tidak dengan kebutuhan perusahaan,” kata Ami Siamsidar, Konsultan Psikologi Senior pada Dr Sarlito & Co. Bisa jadi, ada kandidat sangat cerdas atau memiliki kemampuan lebih, tapi justru tidak diterima lantaran melebihi kualifikasi perusahaan.

Permintaan besarnya gaji juga menjadi pertimbangan apakah kandidat ini tepat atau tidak. “Sebab selain disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, penerimaan tenaga kerja juga disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,” kata Ami. Pembicaraan besaran gaji biasanya dilakukan di akhir wawancara. “Di sini biasanya perusahaan akan menanyakan gaji yang diminta kandidat. Tapi bisa juga luput dari pertanyaan. Atau, justru itu trik untuk tidak ditanyakan akibat saking tertariknya atau sebaliknya, tidak tertarik pada kandidat,” jelasnya.

Perihal gaji ini, kandidat boleh saja menanyakan langsung mengenai plafon perusahaan, kira-kira berapa imbalan yang akan diterimanya jika sudah bekerja. “Dengan bahasa standar, pertanyaan tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan bagi pewawancara. Jadi wajar saja menanyakan standardisasi gaji perusahaan,” katanya. Justru dengan bertanya demikian, kandidat akan mudah mempertimbangkan nilai gaji yang diinginkan. Idealnya, lanjut Ami, seorang kandidat (berpengalaman kerja) telah memiliki standardisasi gaji. Semua dipertimbangkan sesuai kemampuan kerja dan referensi yang dimiliki, hingga bisa menentukan berapa minimal gaji yang seharusnya didapat.

“Kita harus punya kisaran gaji kira-kira berapa, dan bermainlah dalam kisaran tersebut. Jangan berspekulasi dan mencoba-coba menyampaikan permintaan gaji di atas atau di bawah kisaran,” ujar psikolog yang juga aktivis LSM ini. Menurut Ami, menentukan standar gaji bagi diri sendiri adalah lebih realistis dibanding berspekulasi atau bermain-main dengan nilai. Ukur besarnya gaji yang diminta sesuai kemampuan kerja. Jangan sembarang menetapkan nilai, tapi sampaikan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pribadi: kemampuan kerja, referensinya bagaimana, dengan memperbandingkan dari sejumlah informasi. “Itu jauh lebih mudah diterima,” tandasnya.

Kembali lagi, yang paling aman adalah menanyakan bujet yang ditawarkan untuk jabatan yang dilamar. “Di situ kita bisa melihat apakah ancer-ancer yang sudah kita persiapkan jauh di bawah standar atau di atas standar. Jadi kita bisa tahu peluangnya,” jelas Ami. Dalam menyampaikan gaji sesuai keinginan, kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan kita untuk transportasi dan uang makan. Berapa jumlah yang dibutuhkan di luar gaji pokok?

Untuk itu, Ami menuturkan, saat ada panggilan wawancara, segera perhitungkan ongkos transportasi dan makan. Jangan sampai salah hitung hingga belakangan baru kaget gajinya terlalu kecil, lalu baru sebulan memilih mundur. “Itu tidak fair, karena perusahaan mencari tenaga dengan harapan bisa mendapatkan tenaga kerja jangka panjang,” jelasnya.

Selain besaran gaji, bisa juga ditanya dengan rileks soal tunjangan yang bakal didapat selama bekerja. Misalkan, tunjangan kesehatan. Untuk permintaan tunjangan ini, kandidat berpengalaman kerja bisa bercermin dari perusahaan sebelumnya. Sebaliknya bagi yang belum perpengalaman, bisa tanya-tanya dulu soal poin-poin tunjangan yang biasanya diberikan perusahaan tersebut apa saja.

“Jangan dipukul rata semua perusahaan bisa memberikan tunjangan-tunjangan demikian,” katanya.

Terkait permintaan gaji dan tunjangan ini, Kepala BSI Career Center, Kampus Bina Sarana Informatika (BSI) Heri Kuswara berpendapat, kandidat belum berpengalaman sebaiknya tidak menyampaikan nilai gaji yang diminta.

“Fresh graduate tidak puya nilai jual. Sebesar apapun kompetensinya, tetap saja belum pernah diimplementasikan di dunia kerja. Belum pernah diketahui berapa besar kontribusinya di dunia kerja. Jadi jangan sampai menyampaikan nilai gaji yang dinginkan,” kata Heri Kuswara.

Lalu bagaimana jika ada pertanyaan berapa gaji yang diminta? “Jawab saja: Saya yakin perusahaan akan memberikan yang terbaik kepada saya ketika saya memberikan kontribusi terbaik pada perusahaan,” ujar dosen di BSI ini.

Tetapi biasanya di sini kandidat terjebak karena dipaksa menyebutkan nilai gaji. Di sinilah kandidat perlu mengetahui standardisasi gaji di daerah. Misalnya untuk lulusan SMA di Jabodetabek Rp 1,3 juta ke atas (sesuai UMP), D-3 Rp 1,5 juta ke atas, dan S-1 adalah Rp 1,8 juta ke atas. “Boleh sebut angka minimum atau lebih sedikit di atasnya,” kata dosen yang mengelola lembaga persiapan dan penempatan karier mahasiswa/alumni Kampus BSI.

Kandidat juga perlu memahami profile company perusahaan, karena ada perusahaan yang memang memberikan gajitinggi dan ada yang memang standar gajinya kecil.

Demikainlah Cara Menjawab Pertanyaan Mengenai Gaji Saat Wawancara Kerja yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat. Sebelum Anda beranjak dari halaman ini, saya sangat senang sekali jika Anda bersedia meluangkan sedikit waktu untuk men-share artikel ini dan memberikan G +1 agar artikel ini juga dapat dibaca oleh sahabat atau orang terdekat Anda dan job seeker lainnya.

Selasa, 25 September 2012

Walkin Interview Bank BNI Syariah Medan September 2012

1 komentar
bank bni syariah

Walkin Interview Bank BNI Syariah Medan September 2012 

 Walk In Interview Front Liner / Teller Syarat:


  • Pria/Wanita 
  • Usia max per 01 Desember 2012 = 23 tahun 
  • Pendidikan min D3 
  • IPK minimal: PTN 2,75, PTS 3.00 
  • Tinggi minimal Pria 165 cm, Wanita 160cm 
  • Tinggi dan berat badan proporsional 
  • Berpenampilan menarik 


Bagi yang berminat dapat datang dengan membawa lamaran lengkap + foto ukuran 4×6 pada Sabtu, 29 September 2012 Pukul 09.00 s/d 11.00wib ke: PT. BANK BNI SYARIAHKantor Cabang Medan Jl. Kapt. Maulana Lubis No.12 Medan 20112

Minggu, 16 September 2012

Asal Mula Jarum Jam Bergerak Kearah Kanan

0 komentar
Asal Mula Jarum Jam Bergerak Kearah Kanan - Berikut ini adalah Asal Mula Jarum Jam Bergerak Kearah Kanan.Bangsa-bangsa jaman dahulu punya cara yang berbeda-beda dalam pengenalan sistem waktu dengan perhitungan yang berbeda-beda.
Bangsa mesir menggunakan pergerakan matahari untuk melakukan perhitungan waktu. Mereka mendirikan sebuah tugu yang disebut obeliks.
Nah, ketika matahari bergerak maka

Pengertian Command Prompt Dan Daftar Perintah

1 komentar
Pengertian Command Prompt Dan Daftar Perintah - Command Prompt adalah sebuah perintah dos yang terdapat pada OS windows yang dapat memudahkan user dalam menjelajahi windows baik secara online maupun offline, dan aplikasi ini bisa juga disalahgunakan oleh seorang cracker untuk menjalankan aksi-aksinya hanya dengan menggunakan command prompt.Maka dari itu sebagai langkah antisipasi bagi anda

Contoh Daftar Perintah Command Prompt

0 komentar
Contoh Daftar Perintah Command Prompt - Berikut ini adalah Contoh Daftar Perintah Command Prompt Sistem Operasi Berbasis Teks. DOS (Disk Operating Sistem). Perintah-perintah OS berbasis text dapat di uraikan sebagai berikut :
1. DIRPerintah DIR digunakan untuk melihat isi folder/direktori bentuk umum DIR dapat diuraikan sebagai berikut:DIR (drive:) (path) (file name) (/P) (/N0 (/A) ((:) Atribut)

Pengertian Sistem Operasi Berbasis Teks

0 komentar
Pengertian Sistem Operasi Berbasis Teks - Sistem Operasi Berbasis Teks adalah Sistem Operasi yang samata-mata menggunakan tekssebagai alat operasinya. Sistem Operasi ini berjalan tanpa menggunakan bingkai jendela sebagai mana yang laz/im kita temukan pada system operasi dewasa ini.Pada awal perkambanagan personal computer (PC) system operasi berbasis teks inilah yang banyak di gunakan. Sistem ini