Dua hal yang paling menghebohkan dari Sheila Marcia, adalah: hamil dan masuk bui lagi.
Menurut berita Sheila dijemput paksa oleh dua petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, dibantu aparat Kejari Denpasar dan Poltabes Denpasar. Penjemputan itu disaksikan keluarga Sheila. "Dalam proses eksekusi tidak ada reaksi apa-apa dari keluarganya. Hanya ibunya sempat menangis". Demikian Ida Bagus Wiswandana, Kepala Kejari Denpasar.
Sheila dalam beberapa bulan akan menyelesaikan masa hukumannya setelah perkara psikotropika menyeretnya ke meja hijau. Barang bukti antara lain: shabu shabu 0,586 gram, seperangkat alat hisap (bong) dua korek api gas dan satu kotak kecil warna biru buat menyimpan bong.
Memang, tidak ada yang luput dari kesalahan, demikian pula Sheila. Tapi dalam kasus ini Sheila lebih berat bersalah pada dirinya sendiri ketimbang membuat keonaran dan tindak kriminal pada orang lain. Sheila bersalah karena memasukkan sampah keparu-parunya. Sheila tidak membuat kejahatan yang merugikan orang lain.
Seharusnya, menurut kemanusiaan yang ideal, Sheila lebih tepat dimasukkan kesebuah panti rehabilitasi yang khusus pengobatan ketergantungan narkoba, dan terapi ketimbang menjebloskannya ke penjara.
Tidak ada bukti bahwa hanya karena "dikurung" maka seorang pemakai narkotika bisa berhenti menghancurkan diri sendiri. Itulah sebabnya kenapa begitu banyak residivis tetap memakai narkoba setelah keluar penjara.
Jika seseorang tersesat dan tidak kuasa untuk kembali, maka yang ia butuhkan adalah pertolongan. Jika seseorang terlanjur jatuh kedalam dunia kelam yang tidak pernah ia duga sebelumnya dan terjerat tidak bisa merangkak untuk keluar, maka ia lebih membutuhkan uluran tangan anda, pertolongan anda daripada menyiapkan kerangkengnya.
Tidak adil memperlakukan Sheila seperti ini, seolah Sheila seorang koruptor kelas kakap, atau pembunuh bayaran. Tidak pantas menggambarkan Sheila Marcia sebagai sosok wanita jahat yang punya dua tanduk di kepalanya. Sheila, adalah korban dari perbuatannya sendiri.
Jika anda setuju, seharusnya pengedar narkoba pantas dihukum gantung, agar generasi muda seperti Sheila Marcia, tidak punya kesempatan sekedar coba-coba.
Tidak ada tempat yang aman, narkoba selalu muncul dari sudut yang tak terduga, dan bayangkan jika salah seorang perempuan kesayangan anda teler karena narkoba, tidakkah lebih pantas membawanya ke panti rehablitasi dari pada memasungnya selama 5 tahun? Membunuh waktu mudanya dipenjara?
Tampaknya Sheila lebih mengerti sekarang, bahwa kenyataan hidup tidak seperti kisah sinetron yang sering dilakoninya. Happy ending tidak selalu terjadi di akhir episode.
Yang kedua adalah, tentang kehamilan Sheila. Sheila tidak mengekspos siapa pria yang menghamilinya. Tapi begitu saya bertanya pada teman saya Jimmy:
"Siapa ya pria yang menghamili Sheila?" Dengan wajah merah, Jimmy berujar, "Jangan menatapku seperti itu, sumpah bukan aku yang melakukannya!"
Lalu siapa? Seseorang harus mengakuinya. Andakah pria beruntung itu?
Post title : Siapa Menghamili Sheila?
URL post : https://adanggak.blogspot.com/2009/09/siapa-menghamili-sheila.html
URL post : https://adanggak.blogspot.com/2009/09/siapa-menghamili-sheila.html


0 komentar:
Show Emoticons
Posting Komentar