Tampilkan postingan dengan label Religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religius. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2011

Jimmy Antara Kapitalis Dan Komunis Di Pasar Minggu.

0 komentar

Malam ini, ingatanku tentang sebuah novel, "Sophie". Dan seorang Jimmy, teman dekatku.

Malam yang sama, ketika semua orang tengah menyiapkan segala sesuatunya untuk santap sahur yang sangat nikmat, Jimmy diluar, lapar dan dingin diguyur hujan. Ia tidak memiliki uang untuk beli seporsi nasi bungkus.
Jimmy baru saja apes diperas penjahat kereta di Manggarai dan kini ia dibuang di Pasar Minggu.



Tiba-tiba seorang Kapitalisme Neo Liberalis lewat, makan burger sambil menghitung uang di dompetnya. Kapitalis itu melihat Jimmy dengan wajah datar dan berlalu.



Kemudian seorang Sosialisme Komunis lewat dan berkata pada Jimmy, "Hey, apa yang kamu lakukan? Kenapa engkau biarkan Kapitalis itu pergi dengan uangnya dan membiarkan perutmu kelaparan? Apakah duniamu adil seperti itu?"
Sang sosialis itu melanjutkan, "Mari kita rampas uangnya demi kesetaraan sosial!"



Mendadak Jimmy berfikir keras. Pekerjaan yang jarang ia lakukan: "berfikir". Jimmy seorang muslim "tak terpelajar" tidak tahu yang mana harus di ikuti, apakah akan menuruti ajaran Sosialisme Komunis atau membiarkan Sang Neo Liberalisme Kapitalis pergi bersama dompetnya. Pada saat yang sama, malam semakin dingin dan gelap, segelap isi fikiran Jimmy. Kereta berlalu membawa semangat hidup Jimmy tampa sisa...


Rabu, 27 Oktober 2010

Tulisan Alquran di Tubuh Anak Kecil: Mistery From Dangestan.

0 komentar

Laporan terbaru dari Dagestan, Russia. Seorang bayi berumur 9 bulan bertuliskan pesan seperti Ayat Al-Quran rapi dan terbaca jelas di tubuhnya. Menurut sumber Pravda.com, anak kecil itu berasal dari sebuah desa kecil Krasno-Oktyabrskoye, satu desa dari Republik Dagestan bertetangga dengan Chechen (Checnya) dan sedang konflik menuntut otonomi wilayah dari Rusia, di kenal dengan daerah Kaukasia.
Dagestan di huni mayoritas muslim dan punya ikatan sejarah dengan khilafah Turki Usmani.



Menurut laporan Novosti News, tanda pada kulit anak kecil bernama Ali itu muncul setelah lahir. Madina Yakubova, sang ibu mengatakan awalnya anak itu punya semacam luka memar di dagunya, dan setelah beberapa waktu menjelang sembuh, tulisan "Allah" muncul dengan aksara (kanji) Arabic. Setelah beberapa waktu kemudian, tulisan itu menghilang.




Pada saat berikutnya aksara Arab yang mirip dengan ajaran Rasulullah SAW muncul di bagian tubuhnya yang lain lalu menghilang. Tanda yang mirip ayat-ayat Al-Quran muncul hari senin dan jumat disertai panas yang sangat tinggi dan menangis, membuat orang tuanya tidak bisa menggendongnya lagi. Mereka lantas menaruhnya di ayunan dalam keadaan tidak nyaman. Panas itu berangsur-angsur menghilang dalam tiga hari persis waktu hilangnya "ayat Al-Quran" itu dari kulitnya.



Madina Yakubova, mengatakan bahwa mereka (orang tua Ali) tidak memberi tahu orang lain sebelum sebuah tulisan Arab di kulit anaknya muncul dengan pesan: "Tunjukkan tanda ini pada orang-orang", seperti biasa, dengan aksara arab.



Menurut Pravda.com,keajaiban itu tidak terjadi pada kakak perempuannya, Ali mempunyai satu saudara perempuan.



Mufti lokal Dagestan tidak memberi komentar apapun tentang kejadian itu, tetapi ia sangat takjup seperti orang lain yang mengetahui kejadian itu. Sedang Imam desa percaya bahwa tanda ini adalah: "Isyarat Tuhan".



Dokter medis lokal tentu saja tidak percaya apapun tentang "Mu'jizat Agama". Tentu saja,negara bekas komunis itu masih percaya bahwa tidak ada campur tangan Tuhan dalam kejadian itu. Ludmila Luss salah satu doktor lokal percaya bahwa cerita itu sengaja direkayasa oleh orang tuanya. Ia menganggap mungkin saja ayat ayat Al-Quran yang berada di kulit anak kecil itu disebabkan iritasi yang disengaja menggunakan bahan seperti cabe dan garam, atau bisa jadi menggunakan obat-obatan, ia mengibaratkan tulisan arab di kulit bayi itu seperti kue "cake" yang bisa di iris dengan tulisan apapun. Tapi ia juga menganggap bahwa bekas luka seperti borok atau sakit bisul bisa menyebabkan pola berbentuk tulisan arab di kulit bayi beberapa waktu berikutnya.



Jika dokter itu benar, apakah kemudian bekas luka bisul itu bisa seperti foto ini?







Foto di atas adalah foto kaki bayi yang dianggap bertuliskan Ayat Al-Quran.



Jika ada berminat membuka warnet, yang satu ini patut dibaca: Cara membuat Warnet

Minggu, 29 Agustus 2010

Stop Hina Tuhan.

0 komentar
Yesus




Ternyata semakin luas kita menerobos cyber, kita semakin dikerubungi
imajinasi tentang ruang pemikiran dan warna gagasan. Ketika olok-olok
tentang Tuhan dianggap cool
, berikutnya Atheisme perlahan meliputi
jiwa.

Apakah anda pernah berniat online hanya untuk mendengar nasihat agama?
Saya fikir tidak! Pernahkah?

Ah..Entahlah.

Aku tidak bermaksud membuat anda menyesali diri mengklik halaman ini.
Barangkali kita boleh balik bertanya: "Siapa yang mau membaca tulisan
santri yang biasa khatib jumat itu?" Karena tidak banyak penceramah yang
berbobot dan ilmiah. Dan itu fakta. Fakta bahwa kebanyakan da'i tidak mengerti sains, ekonomi global dan perkembangan ilmu pengetahuan, apalagi dai di kampung saya.
Kebanyakan adalah lulusan kitab kuning buatan abad pertengahan. Saya tidak mengatakan kitab itu salah atau tidak baik. Tapi satu hal mesti di akui, banyak ilmu baru tersingkap tetapi Psantren tampaknya jauh tertinggal dan tidak dalam posisi sedang mengejar ketertinggalan itu. Memang tidak semua psantren, tapi kebanyakan.



Sekarang kita hadapi fakta kedua: Atheisme!
Cyber adalah liberalisasi pemikiran dan itulah intinya. Kita dituntut
membuka fikiran dan mau tidak mau sedikit banyaknya menguras fikiran dan terlibat merekayasa ulang sistematika logika tentang Eksistensi
Tuhan..



Baiklah mungkin saya terlalu mendramatisir.
Anda bolehlah acuhkan tentang hal ini, tidak peduli, tapi kalau anda orang cerdas
akankah anda cuek saja?
Orang seperti saya adalah orang kebanyakan yang dididik bahwa agama
bukan fokus keseharian. Dan banyak yang seperti itu adalah orang orang
cerdas. Dan ketika menemukan pertanyaan seperti ini: "Apa bukti kalau
Tuhan itu ada?" Saya tidak percaya anak santri akan memberikan jawaban
yang memuaskan. Jawaban yang biasa anda peroleh adalah: "Kamu harus percaya atau
kamu masuk neraka". Atau: "Nanti anda bisa kafir lalu aku akan membunuhmu". Serta: "Alam ini adalah bukti akan adanya Tuhan".



Buat orang cerdas seperti tadi, alasan seperti itu sangat standard sekali, dan
tentu saja tidak memuaskan. Jika tidak menemukan jawaban yang pas,
bayangkan apa yang terjadi kemudian: Sekularisme, Nihilisme, dan Atheisme.
Dan itu sudah terjadi. Disini, di lingkungan anda dan dimana-mana.
Khatib, tukang ceramah orang di Mesjid berkumpul disatu pojok,
terkurung didunianya yang sempit itu dan pada sisi yang lain, orang orang
cerdas tadi lalu berubah menjadi robot dalam rupa manusia atau menjadi monyet berfikir!
Tragis..



Lalu apa jalan keluar?
Banyak hal. Intinya adalah: pertanyaan rasional jawabnya harus
rasional pula. Apakah Tuhan itu ada? Apakah Tuhan itu tidak ada? Apa bukti
Tuhan itu ada? Apa pula bukti Tuhan itu tidak ada?
Jika pertanyaan itu murni rasional maka tidak akan ditemukan jawaban.



Pertanyaan itu jika dibuktikan di ruang sidang adalah kesaksian:
Apakan anda pernah mencium bau Tuhan, menyentuh Tuhan atau melihat
Tuhan? Kebalikannya, apakah jika indra kita tidak mencapai Tuhan
adalah bukti Tuhan tidak ada? Apakah karena kita tidak menemukan ruh,
nyawa maka nyawa itu tidak ada?
Mari kita akui kenyataan, bahwa sangat logis sekali Tuhan itu tidak
ada, dan mari kita akui bersama bahwa sangat logis pula Tuhan itu ada.
Jika ide itu sudah diterima berikutnya adalah tentang percaya atau tidak
peraya. Saya percaya Tuhan itu ada, dan saya menyembah Allah. Saya orang beriman, muslim flesh and bond. Jika
anda tidak percaya Tuhan, bukan golongan saya tapi saya menghargai anda
sebagai sesama manusia.
Buat sesama orang percaya, orang beriman, alangkah baiknya kita
menjaga yang kita punya, agama kita dan tidak baik mengolok-olok agama
sendiri disaat atheis mengolok-olok kita.
Olok olok itu sifatnya lintas agama. Tidak perduli apapun agama anda.



Olok olok itu seperti karikatur Nabi Muhammad saw pakai jubah bom. Sayang sekali saya tidak punya fotonya.



Dan baru baru ini seperti di Digg.com:

Salam sesama orang beriman. Wallahu a'lam.



Catatan:



  1. Tulisan ini tidak untuk menghina satu agama atau lembaga agama manapun, tetapi sebagai sesama orang beragama saya hanya mengingatkan. Apakah jika anda dikritik anda akan mengkebiri orang yang mengkritik itu atau berusaha merubah diri menjadi lebih baik?

  2. Jika anda seorang sekularis, atau siapapun yang menganggap bahwa agama adalah heroin, obat bius, candu dalam kehidupan. Saya menghargai anda apa adanya: benda kesepian, monyet berfikir. Selamat menikmati dunia anda.


Minggu, 13 Desember 2009

There is God in Cyber: Aku Berfikir Persis Seperti Anda.

0 komentar

"Tuhan itu tidak ada"
, demikian menurut seseorang di salah satu grup facebook. "Karena jika Ia ada, kenapa tidak menjawab emailku?"




Ia menambahkan, "Jika anda membayangkan Tuhan mengapung apung diatas air lalu ia
mewujudkan imajinasinya; membuat cahaya, galaksi dan mesin raksasa dan
tiba tiba Tuhan meninggalkannya mungkin anda berikutnya lalu bertanya:
apa yang Ia rencanakan berikutnya?"

Dalam pembahasan tentang Tuhan, maka saya membayangkan anda dan saya adalah orang beriman, demikian juga saya menerima antitesa seorang atheis dalam laman ini, namun tidak akan untuk dibahas.



Tidak memberi ruang diskursus tentang eksistensi Tuhan karena sebuah alasan yang sangat fundamental. Yakni bahwa: Tuhan bagi atheis sangat logis tidak ada, dan Tuhan sangat logis ada buat saya dan orang-orang beriman. Dengan logika yang sama, dua hal yang berbeda dan bahkan bertolak belakang bisa di simpulkan.



Saya tidak sedang melarikan diri dengan mengatakan: "Pada akhirnya saya percaya, bahkan Tuhan Yang Maha Bijaksana memberi dua pilihan, kebebasan untuk percaya atau tidak percaya pada Tuhan. Tuhan tidak dalam cara yang se otoriter itu mengontrol hak asasi ciptaan-Nya: free will dan free act untuk berfikir. Tidak semua orang setiap saat diberi pesan khusus dan seseorang harus menuruti perintah itu. Demikianpun Tuhan tidak sedang bersembunyi dan membuat teka teki yang susah dipecahkan".



Memang satu satunya yang saya miliki adalah percaya akan
Eksistensi Tuhan. Kita tidak bisa memaksa Tuhan hadir di laboratorium
untuk di ukur, ditimbang dan di uji materialnya, di lihat atomnya
serta dipetakan genetiknya. Saya orang beragama percaya, ada alam berikutnya untuk
bertemu Tuhan. Dunia yang berbeda tentu saja.

Saya percaya Tuhan adalah Satu satunya. Tidak dua atau tiga atau
lebih. Tetapi pastinya Tuhan yang saya bayangkan dengan logika yang
terdapat di kepala saya bisa berbeda dengan Tuhan yang anda bayangkan.
Tetapi ada hukum universal, bahwa logika disudut planet terpencil mana
pun anda berada, mengartikan bahwa 1 + 2 = 3. Begitupun kepercayaan saya
tentang Tuhan seharusnya sama dengan siapa saja dan di mana saja, tidak penting warna
mata anda, atau benua mana berada seharusnya satu gambaran kita
tentang Tuhan. Tuhan dalam bayangan saya adalah pencipta hukum universal. Jika ada perbedaan diantara saya dengan seseorang, pastinya karena deviasi
, dan salah seorang mesti ada yang keliru.

Karena Tuhan adalah universal, maka tidak ada kepercayaan lokal dan kebenaran lokal. Tuhan
menciptakan semesta, Tuhan mencipta sistem berfikir yang sama, dan Tuhan berada di atas kebenaran agama manapun.

Tuhan bukan hanya milik orang Israel, Arab, Yunani, Bali,
tetapi Tuhan umat.

Lalu berikutnya, logika bahwa Tuhan adalah Satu satunya dan tidak punya sanak
saudara, handai taulan, aliansi, bahkan anak isteri.
Jika Tuhan ada dua, maka dua tuhan bukan Tuhan. Kenapa?
Karena langit dan bumi akan pusing tujuh keliling dan bingung, Tuhan yang patut di sembah setiap waktu. Bayangkan dengan logika murni anda: jika
anda menghadap ke tuhan yang satunya, artinya pada saat yang sama anda
telah 'memantati' tuhan yang satunya lagi, paling tidak wajah anda sudah
berpaling dari tuhan yang satunya lagi. Tidak ada dua fokus pada satu
konsentrasi.


Jika seseorang berfikir sebaliknya saat itu ia akan bergerak untuk menyembah tuhan yang sesuai
keinginan dan lalu membiarkan tuhan yang lain gigit jari.


Tuhan tidak berada dalam dua posisi atau lebih dalam satu waktu.
Tuhan tidak melata menjadi wujud buaya, harimau, ataupun domba di bawah langit biru dan pada saat yang sama tuhan itu itu juga sedang bertengger di pucuk cemara di surga. Tuhan tidak pula menjadi ruh yang gentayangan di gua Tuan Jimmy Bodo ataupun di gua bundo kanduang sementara pada saat yang sama tuhan sedang main superman superman, terbang melayang layang di planet kungfu. Kenapa? Karena satu eksistensi tidak mungkin di dua posisi berbeda dalam waktu yang bersamaan, dan itu sangat jelas sekali bukan!


Logika kita sama khan?



Tuhan juga tidak punya anak. Karena jika Tuhan punya anak, maka harus ada
perkawinan sesama tuhan. Misalkan Tuhan kawin dengan manusia, anaknya
adalah tuhan setengah manusia, dan hewan jadi jadian seperti itu pastinya bukan
lah Tuhan. Jika Tuhan kawin dengan Tuhan maka Tuhan ada dua: tuhan
maskulin dan tuhan feminin. Kemudian jadi tiga tuhan lalu berkembang biak menjadi tuhan tuhan junior. Tuhan Maha Suci dari imajinasi korup itu. Tuhan berada diluar jerat hayalan yang seperti itu. Tuhan tidak berada di inti radius gagasan itu.
Tidak ada dua tuhan yang lalu melakukan senggama, kemudian beranak
tuhan pula. Katakanlah Tuhan itu Satu atau otak anda akan pecah..
Tuhan yang saya maksud itu adalah, Tuhan yang saya sembah, yang menciptakan saya, anda, dia, mereka dan itu. Tuhan yang menciptakan logika ini, sistem kausalitas dan keteraturan law of nature agar imajinasi bisa meraba keberadaanNya. Tuhan orang Indian, Majapahit, Persia. Tuhan orang Skandinavia dan Tuhan umat manusia.



Tuhan tidak menjawab email anda dalam bentuk teks bukanlah alasan bahwa Tuhan tidak ada. Pastinya karena Tuhan tidak selalu berbuat seperti yang anda mau. Jika seseorang membuka mata hati dan lebih keras menggunakan akal sehat, seseorang akan temukan jawaban email dalam bentuk yang lain, yang jauh lebih terang jawabannya..


Senin, 03 Agustus 2009

Marhaban Ramadhan

0 komentar



"Heyy, orang beriman,beriwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana
telah diwajibkan atas orang sebelum kamu, supaya kamu bertaqwa."(QS:
Al-Baqarah:183)



Bulan ramadhan telah menunggu, saatnya mencoba berhenti merokok?



Mungkin sudah kodratnya pecandu rokok, seperti halnya saya, tidak akan bisa berhenti
merokok jika hanya ditakut-takuti dengan menjelaskan bahaya menghisap
rokok yang seperti jelas-jelas tertera di bungkusnya: MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER SERANGAN JANTUNG
IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN

Saya juga tahu sebatang rokok mengandung:


  • Tar, substansi hidrokarbon yang lengket menempel di paru.
  • Nikotin, racun yang mengganggu peredaran darah. Dan karena
    sifatnya karsinogen, dapat memicu kanker.
  • Karbon monoksida yang membuat darah tidak mampu mengikat oksigen



Bahkan meski Fatwa Haram keluar dari MUI sekalipun tidak bisa menghentikan saya merokok.

Alasannya jelas: Ini paru paru adalah milik saya, maka apapun yang saya masukkan
kedalamnya adalah urusan saya. Seseorang atau siapapun tidak berhak melarang bahkan jika saya membuang sampah kedalam paru-paru saya.

Mengenai rokok, saya punya kesimpulan sendiri, dan jika ingin berhenti
adalah karena kemauan sendiri. Saya tahu bahkan Tuhanpun tidak rugi sedikitpun
apakah saya merokok atau tidak. Tidak ada yang kurang yang saya ambil atau perbuatan yang mengurangi martabatNya. Fakta bahwa Tuhan Maha Agung dan berkuasa dengan atau tanpa saya.



Satu hal yang berguna dan
seringkali terlupakan adalah pengguna rokok telah menyumbang lebih
dari 3 triliun rupiah buat kas negara setiap tahunnya. Cukuplah hal itu menggambarkan betapa banyak jasa "pahlawan" kas negara untuk negeri ini.
Memang terlihat aneh tapi seperti itulah otak saya yang cerdas itu mencernanya. Apa boleh buat kecerdasan saya cuma segitu gitunya.



Jimmy dan saya punya filosofi pula: merokok bisa menurunkan berat badan
yang pada gilirannya akan mengurangi resiko serangan jantung, impotensi dan
gangguan janin. Jimmy menyebutnya sebagai teori efek domino. Dan memang jika tujuh planet mengelilingi matahari
searah jarum jam, maka planet Venus dan Uranus berputar sebaliknya,
demikian pula saya dan Jimmy kadang kadang bertindak diluar kelaziman diluar kehendak orang pintar.



Kenapa bisa seperti itu adalah pertanyaan yang selalu muncul dari lubuk hati, sebuah panggilan dari alam suci, tepatnya sisa akal normal. Tetapi akal sehat seringkali dikalahkan oleh nafsu,
keinginan, tepatnya kecanduan.
Psikolog mengatakan, "Kita akan sampai pada tahap menikmati kepedihan jika penderitaan atau kesakitan menimpa kita berulang ulang, tidak penting apa atau siapapun pelakunya." Merokok pada akhirnya menuju pada adiktif.



Saya pernah berhenti merokok rentang enam bulan tahun kemarin. Dalam
masa itu tubuh saya menjadi sangat bugar dan perasaan sangat menyenangkan.
Hal itu tidak berlangsung lama sebelum akhirnya saya punya
keinginan merusak diri sendiri lagi. Otak syaraf saya yang paling rumit selalu mengassosiasi keadaan tertentu, seperti kesedihan,
kebuntuan dan stres dengan rokok. Itulah alasan saya mulai merokok
lagi.


Sampai hari ini kerinduan untuk mengulang "kejayaan" itu semakin kuat justru disaat menikmati kepulan asap rokok yang keluar masuk tenggorokan. Akan lebih kuat lagi ketika menjelang tidur, saat batuk demi batuk seolah jadi lagu pengantar keperaduan.



Pada akhirnya sebuah kesimpulan, saya harus bisa menyelamatkan diri
dari diri sendiri, seperti sebuah lagu: "Save me from my self."
Ternyata jika punya keinginan untuk berhenti merokok dibutuhkan tekat
kuat, aku tidak tahu apakah punya tekat yang mencukupi, tetapi
bersamaan mulainya puasa, mari saya coba lagi. Aku ingin berguna buat
diriku sendiri.



Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, sungguh penyayang, mewanti-wanti:
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu kedalam kebinasaan." (QS:
Al-Baqarah:18).



Benar, Tuhan tidak sedang bicara tentang dirinya, Tuhanpun
senang jika aku bisa mengurus diri sendiri dengan baik dan benar.
Mantan kekasihku bilang,tepatnya bertanya, "Bagaimana mungkin kamu bisa mencintai aku sedang kamu tidak mencintai dirimu sendiri?" Mungkin dia benar.



Selamat datang ramadhan, saatnya berhenti merokok, Lagi..?




Catatan: Jika anda mencari cara aneh untuk menjelaskan hal,
disinilah tempatnya, From Black Hollow To Planet Kungfu adalah cara
melihat dunia dengan terbalik dan jungkir balik. Anda orang jujur seperti bayi lahir yang polos, bosan dengan cara
konvensional, atau senang gaya tulisan Postmodernistme? Mari gabung di sini.



Patut dibaca:
Membaca Isi Fikiran Nurdin M. Top...