Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

Puisi Cinta Seorang Akuntan

0 komentar
akuntan, puisi cinta, puisi, cinta
Postingan kali ini Puisi Cinta Seorang Akuntan sebenarnya sudah lama saya publish melalui note facebook dan sumbernya pun saya sudah lupa. Dengan tak sengaja saya membuaka note fb saya dan melihat puisi itu masih saja meniggalkan kenangan yang manis bagi saya bersama sahabat-sahabat sejururan ketika kuliah dulu yang mengomentari note tersebut. Berhubung blog saya juga membahas tentang akuntansi, ya ngak salahkan saya mempublisnya kembali sebagai penghibur seorang akuntan dan pelepas rindu dengan sahabat-sahabat sejurusan dulu.

Bagi Anda yang penasaran dengan puisi seorang akuntansi, berikut puisinya yang bisa Anda nikmati..hehe..

Wahai belahan jiwaku…
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku


Wahai kekasih hatiku…
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah k ita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva


Wahai mutiara kalbu ku
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu


Wahai bidadariku.
Rekonsilias ika nlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo k ita
Yang membalut laporan laba rugi k ita
Dan cerahkanlah laporan arus kas k ita selamanya

Gimana seru kan? Btw seorang akuntan puitis juga lho dan penuh cinta, tidak sekedar hanya mampu membuat laporan keuangan saja.

Akuntansi, Tujuan, Fungsi dan Konsep

0 komentar
akuntansi, pengertian akuntansi, fungsi akuntansi, tujuan akuntansi, manfaat akuntansi, konsep akuntansi, laporan akuntansi, pemakai informasi akuntansi, sejarah akuntansi, istilah dalam akuntansi, informasi akuntansi, teori akuntansi, dasar-dasar akuntansi, mengenal akuntansi, pengantar akuntansi
Akuntansi, tujuan, fungsi dan konsep, bagi sebagian besar orang awam, hanya diidentikan dengan sebuah proses pencatatan transaksi keuangan. Padahal, akuntansi sebenarnya lebih dari sebuah proses pencatatan semata. Hal ini sesuai dengan beberapa definisi yang dikemukakan oleh para pakar akuntansi dunia dan sudah disepakati sebagai sebuah pemikiran ilmiah.

Mungkin secara tidak kita sadari bahwa hampir setiap  kegiatan yang kita lakukan berkaitan dengan akuntansi, oleh karena itu ilmu akuntansi ini sangat penting kita kuasai. Jika Anda ingin menguasai akuntansi berikut penjelasan singkat dan jelas yag harus Anda mengerti sebagai perkenalan akuntansi.

Pengertian Akuntansi

Akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur dan membuat laporan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Manfaat Akuntansi

Secara umum, akuntansi dibuat sebagai media informasi ekonomi atas sebuah lembaga atau organisasi tersebut. informasi ini diberikan kepada mereka yang memiliki kepentingan atas arus transaksi lembaga tersebut, baik yang datang dari pihak eksternal maupun internal. Biasanya, laporan akuntansi ini diwujudkan dalam bentuk angka yang mengacu pada nilai mata uang yang digunakan.


Tujuan dan Fungsi
Menyajikan informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai :

  • Perencanaan
Informasi keuangan yang disampaikan dalam laporan akuntansi, bisa digunakan sebagai landasan sebuah lembaga untuk menentukan strategi dan juga kegiatan mereka dalam jangka waktu tertentu. Hal ini terkait dengan kesehatan keuangan dan juga cadangan modal yang tersedia pada saat itu.

  • Pengendalian
Proses kegiatan sebuah lembaga dapat diketahui tingkat efektivitas dan kesehatannya melalui laporan akuntansi. Sebuah lembaga yang sehat, akan memiliki laporan akuntansi yang positif, sementara lembaga yang kurang sehat, cenderung memiliki laporan keuangan negatif. Yaitu tingkat pengeluaran lebih tinggi daripada angka pemasukan yang didapatkan.

  • Pertanggungjawaban
Apabila terdapat perbedaan pad beberapa sektor, maka melalui laporan akuntansi dapat ditelusuri dimana letak perbedaan tersebut. Seperti adanya selisih antara jumlah karyawan dengan besaran gaji yang harus dibayarkan.

Pemakai Informasi Akuntansi

  1. Pemilik perusahaan
  2. Kreditur
  3. Karyawan
  4. Pemerintah
  5. Manajemen
  6. Analis dan konsultan keuangan
  7. Asosiasi dagang
  8. Federasi buruh

Bidang-bidang akuntansi
  1. Akuntansi Keuangan
  2. Akuntansi Anggaran
  3. Auditing
  4. Akuntansi Lembaga Nonprofit
  5. Akuntansi Biaya
  6. Akuntansi Internasional
  7. Akuntansi Manajemen
  8. Akuntansi Sosial
  9. Akuntansi Pajak
  10. Akuntansi Pendidikan
  11. Sistem Akuntansi

Jenis-jenis Perusahaan
  1. Perusahaan Jasa (Service Firm)
  2. Perusahaan Dagang (Merchandising Firm)
  3. Perusahaan Industri (Manufacturing Firm)

Konsep Dasar Akuntansi ( Accounting Concept)

1. Berkesinambungan ( Going Concern)
Adalah suatu kesatuan ekonomi diasumsikan akan terus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan kecuali bila ada bukti dan sebaliknya.

2. Periode Akuntansi ( Periodicity)
Maksudnya bahwa perlunya pembagian kegiatan dlm periode sehingga perkembangan perusahaan dapat dicatat secara periodik. Perlunya informasi akuntansi secara periodik untuk perencanaan perusahaan.

3. Kesatuan Akuntansi ( Business Entity Concept )
Adanya pemisahan perusahaan dari pemilik.

4. Pengukuran dalam nilai uang (Money as unit of Measurement)
Akuntansi keuangan menggunakan uang sebagai niali nominal dalam pengukuran aktiva, utang dan perubahannya.

5. Harga Pertukaran (Historical cost)
Akuntansi mengasumsikan bahwa harga yang disetujui pada saat terjadinya suatu transaksi ditentukan secara obyektive oleh pihak-pihak yang bersangkutan didukung oleh bukti yang dapat diperiksa kelayakannya oleh pihak bebas (netral ) dan karenanya merupakan dasar paling tepat untuk pencatatan akuntansi.

6. Penetapan beban dan pendapatan (Matching Cost Againts Revenue)
Laba ditentukan berdasarkan metode akrual yakni dikaitkan dengan pengukuran aktiva dan kewajiban serta perubahannya pada saat terjadinya penentuan laba periodik pada dasarnya menyangkut 2 masalah yaitu pengakuan pendapatan selama periode dan penentuan beban yang terjadi sehubungan dengan usaha untuk menghasilkan pendapatan tersebut.

Senin, 06 Februari 2012

Internal Control

0 komentar
internal control, pengendalian intern, control, internal, pengendalian
“Kegagalan Dalam Internal Control Selalu Disebabkan Oleh Perasan Dan Pikiran Yang Menganggap Diri Dan Organisasinya Terlalu Ekselen, Sehingga Mereka Tertidur Di Dalam Kesombongan.” – Djajendra

Internal Kontrol adalah pertahanan dan pengendalian internal organisasi melalui keunggulan sistem, kebijakan, prosedur, panduan etika, etos kerja, dan budaya organisasi yang dirancang untuk memberikan keyakinan dalam mengendalikan semua risiko manajemen dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

Internal Control bertujuan untuk mengendalikan setiap pikiran, perasaan, dan tindakan individu atau kelompok di dalam organisasi untuk selalu mematuhi aturan, prosedur, kebijakan, sistem, etika, hukum, dan prinsip-prinsip kerja atas dasar budaya organisasi yang disepakati.

Dalam hal ini, setiap individu harus membekali dirinya dengan integritas yang solid untuk bisa menjadi pribadi yang sangat jujur dan beretika. Lalu, mampu memfokuskan semua energi dirinya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional organisasi termasuk menyediakan dan mendapatkan informasi yang benar dan yang dapat diandalkan oleh manajemen, serta selalu bersikap sangat jujur dan beretika tinggi dalam menjaga dan merawat semua aset berwujud dan tak berwujud yang dimiliki oleh organisasi.

Struktur organisasi harus memiliki budaya internal control melalui kekuatan integritas dan loyalitas dari setiap individu organisasi, untuk bisa memberikan keyakinan dan kebenaran atas semua pekerjaan dan transaksi organisasi kepada stakeholder. Di sini, sistem dan prosedur internal control yang luar biasa ekselen saja masih belum cukup, tapi diperlukan kepribadian-kepribadian individu atau kelompok di dalam organisasi yang luar biasa ekselen untuk menjalankan integritas dirinya terhadap semua peraturan dan ketentuan yang ada.

Setiap individu yang berwenang terhadap transaksi organisasi harus memiliki kesadaran dan kejujuran total untuk mencatat secara benar atas setiap transaksi, menghargai setiap transaksi dari stakeholder dengan integritas dan kejujuran diri, mengklasifikasikan setiap transasksi secara benar dan tepat waktu, serta selalu mematuhi prinsip-prinsip dan etika akuntansi yang benar.

Internal Kontrol berarti organisasi secara formal telah memiliki sebuah filosofi manajemen untuk menjalankan setiap hubungan dan transaksi dengan stakeholder secara terbuka, jujur, adil, bertanggung jawab, dan melayani stakeholder dengan sepenuh hati sesuai janji-janji. Untuk itu, struktur organisasi harus mampu melakukan pemisahan tugas dan tanggung jawab dari setiap individu atau kelompok di dalam organisasi sesuai fungsi, peran, dan wewenang masing-masing yang saling terkontrol melalui sistem, prosedur, kebijakan, integritas dan etika.

Internal Kontrol berarti setiap individu atau kelompok di dalam organisasi mampu secara proaktif mengidentifikasikan risiko-risiko yang belum dikenal di lingkungan organisasi. Kemajuan teknologi dan pengetahuan selalu berpotensi menghasilkan risiko-risiko baru yang sebelumnya mungkin tidak pernah dikenal. Oleh karena itu, manajemen harus menjadikan setiap karyawan dan pimpinannya sebagai para pembelajar seumur hidup yang tidak pernah merasa pintar untuk memperbaiki kualitas diri dan kualitas sistem organisasi. Biasanya, kegagalan dalam internal kontrol selalu disebabkan oleh perasan dan pikiran yang menganggap diri dan organisasinya terlalu ekselen, sehingga mereka tertidur di dalam kesombongan.

Internal Kontrol tidak sebatas memiliki prosedur yang tepat untuk otorisasi, melakukan pemisahan tugas yang memadai kepentingan organisasi, melakukan dokumentasi dan pencatatan untuk mengamankan kepentingan organisasi, mengawasi dan merawat fisik aset milik organisasi, serta mematuhi kebijakan dan peraturan organisasi; tapi juga harus mengembangkan manusia-manusia organisasi yang berintegritas dan beretika tinggi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab terhadap semua kepentingan organisasi, manajemen, dan stakeholder secara adil dan wajar.

Internal Kontrol atau pengendalian internal adalah sebuah fondasi yang paling dasar untuk menjalankan setiap proses dari mulai kebijakan sampai kepada operasional organisasi dalam melayani setiap kepentingan stakeholder secara jujur, terbuka, adil, wajar, dan penuh tanggung jawab. Internal Control bukanlah alat untuk mencapai semua tujuan organisasi dengan segala cara, tapi merupakan alat untuk melayani semua kepentingan stakeholder dengan segala kejujuran dan kewajaran.

Internal Control dan Sistem Pengendalian Akuntansi

0 komentar
internal control, internal audit, audit internal, akuntansi, pengendalian intern
Pengendalian intern (internal Control) didefinisikan sebagai suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Pengendalian intern berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud maupun tidak berwujud .


Adanya sistem akuntansi yang memadai, dapat membantu akuntan internal untuk menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Lebih rinci lagi, kebijakan dan prosedur yang digunakan secara langsung dimaksudkan untuk mencapai sasaran dan menjamin atau menyediakan laporan keuangan yang tepat serta menjamin ditaatinya atau dipatuhinya hukum dan peraturan, hal ini disebut Pengendalian Intern, atau dengan kata lain bahwa pengendalian intern/Internal Control terdiri atas kebijakan dan prosedur yang digunakan dalam operasi perusahaan untuk menyediakan informasi keuangan yang handal serta menjamin dipatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku.

Elemen dalam Pengendalian Intern Committee of Sponsoring Organizations of the Treatway Commission (COSO) memperkenalkan adanya lima komponen pengendalian intern yang meliputi:

1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)
Lingkungan pengendalian perusahaan mencakup sikap para manajemen dan karyawan terhadap pentingnya pengendalian yang ada di organisasi tersebut. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap lingkungan pengendalian adalah filosofi manajemen  dan gaya operasi manajemen, struktur organisasi serta praktik kepersonaliaan. Lingkungan pengendalian ini amat penting karena menjadi dasar keefektifan unsur-unsur pengendalian intern yang lain.

2. Penilaian Resiko (Risk Assesment)
Semua organisasi memiliki risiko, dalam kondisi apapun yang namanya risiko pasti ada dalam suatu aktivitas, baik aktivitas yang berkaitan dengan bisnis maupun non bisnis. Suatu risiko yang telah di identifikasi dapat di analisis dan evaluasi sehingga dapat di perkirakan intensitas dan tindakan yang dapat meminimalkannya.

3. Prosedur Pengendalian (Control Procedure)
Prosedur pengendalian ditetapkan untuk standarisasi proses kerja sehingga menjamin tercapainya tujuan perusahaan dan mencegah atau mendeteksi terjadinya fraud dan kesalahan.

4. Pemantauan (Monitoring)
Pemantauan terhadap sistem pengendalian intern akan dapat menemukan kekurangan serta meningkatkan efektivitas pengendalian, pengendalian intern dapat di monitor dengan baik dengan cara penilaian khusus atau sejalan dengan usaha manajemen.

5. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication).
Informasi dan komunikasi merupakan elemen yang penting dari pengendalian intern perusahaan, informasi tentang lingkungan pengendalian, penilaian risiko, prosedur pengendalian dan monitoring diperlukan oleh manajemen sebagai pedoman operasional dan menjamin ketaatan dengan pelaporan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku pada perusahaan. Informasi ini juga diperlukan dari pihak luar perusahaan. Manajemen dapat menggunakan informasi jenis ini untuk menilai standar eksternal.

Sistem Pengendalian Intern dibagi 2 yaitu:

1. Pengendalian Akuntansi
Tujuan utama dari pengendalian akuntansi adalah, menjaga keamanan harta kekayaan milik perusahaan dan memeriksa ketepatan dan kebenaran data akuntansi.
2. Pengendalian Administratif
Pengendalian administratif memiliki tujuan utama, meningkatkan efisiensi operasi kegiatan dan mendorong ditaatinya kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan

Sumber
Accounting Information Systems, Ulric J. Gelinas, Richard B. Dull, 7th edition.
COSO - internal control framework